DPMD Kabupaten Lebak Akan Kroscek Pembangunan Sumur Bor Dilewi Cadas,Desa pondok panjang yang Diduga Terkesan Gagal Alias ‘Asal Jadi’
Lebak – Pembuatan sumur bor yang dilakukan oleh pemerintah Desa pondok panjang, Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak di wilayah lewi Cadas terkesan Gagal alias ‘Tidak berfungsi’.
Berdasarkan Informasi yang di himpun, program sumur bor yang dilaksanakan pada tahun 2024 telah menelan anggaran dari Dana Desa (DD) senilai Rp 25,000.000- juta, tidak bermanfaat bagi masyarakat alias ‘Terkesan hanya pajangan’.

Proyek sumur bor Dilokasi lewi Cadas di bangun menggunakan Dana Desa (DD) tahun anggaran 2024.
Namun, hingga kini masyarakat setempat belum merasakan manfaat dari proyek yang menelan puluhan juta dari uang rakyat, meskipun telah diresmikan oleh kepala Desa pondok panjang, beserta jajaran pihak kecamatan Cihara hanya sebatas simbolis saja.
Proyek yang tertulis diprasasti dengan tulisan ‘Desa Pondok panjang’ seolah- olah hanya dijadikan pajangan kampung alias ‘Mempercantik kampung lewi Cadas.
Selain itu, prasasti bertulisan tersebut ditempel di tembok pembuatan sumur bor dan di fasilitasi tanda tangan kepala Desa Pondok panjang sehingga terlihat ‘Cantik’ walaupun tidak bermanfaat bagi masyarakat kampung lewi Cadas Desa Pondok panjang Kecamatan Cihara Kabupaten Lebak Provinsi Banten.
Diungkapkan masyarakat setempat dengan kecewa lantaran hingga kini belum merasakan manfaat dari pembuatan sumur bor yang menghabiskan anggaran senilai Rp 25,000.000.(dua puluh lima juta rupiah) meskipun telah dipercantik dengan tanda tangan kades di prasasti.
“Warga Sekitar kecewa dengan proyek sumur bor yang telah menelan puluhan juta dari Dana Desa, karena sejak diresmikan pada bulan Delapan tahun 2024 (Agustus 2024) air keluar cuman waktu sertifikasi saja,setelah itu tidak pernah keluar,” ucap warga.
Warga pun menyebut, semua peralatan proyek tersebut telah terpasang, tetapi manfaatnya tidak ada,Alat sudah dipasang tapi sampai sekarang Tidak berfungsi,” Sekarang bisa berfungsi juga, karna hasil iuran kami warga disini.
Kami pun,terpaksa harus iuran, untuk pembangunan sumur bor baru,untuk kebutuhan air minum sehari-hari,ada pun kami iuran senilai Rp 2,500.000.(dua juta Lima ratus ribu rupiah) per KK, jumlah KK yang iuran,4 KK,total uang yang dihasilkan dari iuran Rp 10.000.000.air baru bisa jalan, dan bisa dimanfaatkan warga disini, itupun hanya empat kelurga saja.terangnya.
Dikonfirmasi Kepala Desa pondok panjang via WhatsApp “Heru Purnomo.ST” pertama desa membuat pembangunan sumur bor,waktu itu titik lokasi bukan disitu karena yang punya dititik pertama tidak jadi maka dialih ke tanah pak jasir, pembuatan sumur bor ada kendala,Karen tidak terlihat secara kasat mata karena adanya didalam, sebetulnya dalam pembangunan pun banyak kendala,jadi untuk pembangunan sumur bor itu saya selaku pemdes sudah berupaya untuk membangun tetapi tidak maksimal karena banyak kendala,dan mesin yang didalam juga itu mesin saya,kalau mesin baru milik TPK ada di pak jasir yang punya laha.ungkapnya.(voice note kepala desa ditulis yg pentingnya saja)
Dikonfirmasi Kasi Ekbang Kecamatan Cihara via WhatsApp “mengatakan Nanti kita cek lokasi juga kalau informasinya seperti itu,yang jelas pada saat sertifikasi airnya sudah mengalir,kita cek bersama,kalaupun air gak ada kita baru tau infonya,jadi bahan kita untuk tindak lanjut pemeliharaan dan pengelolaannya.
Karena sudah diserah terimakan tanahnya menjadi pemeliharaan masyarakat,kalaupun ada kendala tehknis Nanti kita komunikasikan dengan pemdes untuk tindak lanjutnya.ternganya.
Terpisah pihak DPMD kabupaten Lebak dikonfirmasi via WhatsApp.tanggapan saya karena ini konteks masih diduga,saya akan perintahkan kabid terkait untuk segera turun mencari informasi terkait pemberitaan desa pondok panjang.
Kita punya tupoksi masing masing,dengan data yang dimiliki bisa melaporkan ke APIP,kami DPMD punya fungsi pembinaan dan pengawasan jadi jika ada tembusan dari teman-teman media.kita harus kroscek kelapangan terlebih dulu dengan versi dan metode kami di DPMD.pungkas.Berita ini masih bersambung …..(Tri/Rudi)

Komentar