Top 3 Reksadana Pasar Uang dengan Performa NAB per Unit Terbaik dalam Satu Tahun Terakhir

Pengelolaan dana jangka pendek hingga menengah umumnya memanfaatkan reksadana pasar uang karena karakteristiknya yang stabil serta kemudahan dalam memantau kinerja investasi. Salah satu indikator penting yang perlu diperhatikan adalah Nilai Aktiva Bersih per unit, karena mencerminkan hasil pengelolaan portofolio secara aktual setelah memperhitungkan pergerakan pasar.

Melalui beragam pilihan reksadana pasar uang di Makmur.id investor memiliki ruang untuk membandingkan performa NAB secara transparan dan terukur sebelum menentukan keputusan investasi. Bagi Anda yang tertarik memulai investasi reksadana pasar uang, informasi lebih lanjut dapat diakses melalui: https://www.makmur.id/id/reksadana

Dalam satu tahun terakhir, kinerja reksadana pasar uang menunjukkan tren yang solid seiring kondisi suku bunga yang relatif stabil dan volatilitas pasar yang lebih terkendali. Perbedaan alokasi antara instrumen pasar uang dan obligasi berjangka pendek hingga menengah turut mempengaruhi laju kenaikan NAB per unit, di mana kombinasi likuiditas dan potensi imbal hasil menjadi kunci konsistensi kinerja. Pendekatan ini tercermin pada tiga produk berikut yang mencatatkan performa NAB per unit terbaik berdasarkan data per 26 Januari 2026.

Berikut adalah ulasan lengkapnya.

1. Insight Retail Cash Fund

Insight Retail Cash Fund mencatat NAB per unit sebesar Rp1.680,83 dengan kenaikan sekitar 6,17 persen dalam satu tahun terakhir. Portofolio produk ini didominasi oleh instrumen pasar uang sebesar 91,39 persen, dengan porsi obligasi sekitar 8,61 persen. Komposisi ini mencerminkan fokus utama pada likuiditas dan stabilitas, sekaligus memanfaatkan obligasi sebagai penambah imbal hasil.

Dominasi pasar uang membantu menjaga volatilitas tetap rendah, terutama saat terjadi fluktuasi suku bunga jangka pendek. Sementara itu, alokasi obligasi yang terbatas namun terukur memberikan kontribusi tambahan terhadap kenaikan NAB tanpa meningkatkan risiko secara signifikan. Strategi ini membuat Insight Retail Cash Fund mampu mencatatkan pertumbuhan NAB yang relatif lebih tinggi dibandingkan rata-rata produk sejenis, dengan profil risiko yang tetap konservatif.

Baca Juga:  Ribuah Hektar Hutan Nagari Sirukam Terselamatkan, Mahkamah Agung Kabulkan Kasasi Kerapatan Adat Nagari Sirukam

2. Avrist Ada Liquid Syariah

Avrist Ada Liquid Syariah membukukan NAB per unit Rp1.736,03 dengan kenaikan sekitar 6,00 persen. Berbeda dengan produk sebelumnya, reksadana ini memiliki alokasi obligasi yang cukup besar, yakni sekitar 80,5 persen, sementara instrumen pasar uang berada di kisaran 19,5 persen. Seluruh pengelolaan dilakukan sesuai prinsip syariah.

Porsi obligasi yang dominan memungkinkan produk ini memanfaatkan imbal hasil tetap dari surat utang, terutama dalam kondisi suku bunga yang relatif stabil. Obligasi yang dipilih umumnya memiliki kualitas kredit yang baik dan tenor yang disesuaikan dengan karakter reksadana pasar uang syariah. Kombinasi ini menjadikan kenaikan NAB tetap terjaga, sekaligus memberikan kestabilan arus imbal hasil. Peran pasar uang dalam portofolio berfungsi sebagai penyeimbang likuiditas, sehingga fleksibilitas pengelolaan tetap terjaga.

3. Insight Money

Insight Money mencatat NAB per unit Rp1.892,37 dengan kenaikan sekitar 5,98 persen dalam satu tahun terakhir. Produk ini menerapkan strategi alokasi yang lebih seimbang, dengan porsi obligasi sekitar 57,57 persen dan pasar uang sekitar 42,43 persen.

Keseimbangan ini memberikan ruang optimal antara stabilitas dan potensi imbal hasil. Instrumen pasar uang berperan menjaga likuiditas dan meredam fluktuasi jangka pendek, sementara obligasi berkontribusi pada pertumbuhan NAB melalui kupon yang relatif stabil. Strategi ini membuat Insight Money mampu mencatatkan kenaikan NAB yang konsisten, meskipun laju pertumbuhannya sedikit lebih moderat dibandingkan produk dengan alokasi obligasi yang lebih agresif.

Jika dicermati secara keseluruhan, ketiga reksadana tersebut menunjukkan bahwa alokasi aset memegang peran krusial dalam menentukan performa NAB per unit. Dominasi pasar uang cenderung memberikan stabilitas tinggi dengan imbal hasil yang kompetitif, sementara porsi obligasi yang lebih besar membuka peluang kenaikan NAB yang lebih optimal selama risiko dikelola dengan disiplin.

Baca Juga:  JPN Rokan Hilir Bantu KPUD Menangkan Gugatan Pilkada Rohil Tahun 2024 di MK

Perbedaan komposisi aset ini juga menegaskan bahwa tidak ada satu strategi yang sepenuhnya unggul untuk semua kondisi. Kinerja yang baik dalam satu tahun terakhir merupakan hasil dari kesesuaian antara strategi alokasi, kondisi pasar, dan kemampuan manajer investasi dalam mengelola risiko.

Bagi investor yang memanfaatkan reksadana pasar uang sebagai instrumen pengelolaan dana, pemahaman terhadap struktur portofolio dan sumber kenaikan NAB menjadi kunci agar pilihan investasi selaras dengan profil risiko, kebutuhan likuiditas, dan tujuan keuangan yang ingin dicapai. Melalui platform investasi seperti Makmur.id, keputusan investasi dapat dilakukan secara lebih terukur dengan akses terhadap beragam produk reksadana, data kinerja yang transparan, serta kemudahan transaksi dalam satu aplikasi.

Komentar