DPRD Kabupaten Rokan Hilir pertanyakan Direktur BUMD dan Kepala Bank Riau Kepri Terkait Dana PI sebesar Rp: 488.158.611.821,00 Milyar

Rokan Hilir- UtamaPos.com Senin 04 April 2024. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Rokan Hilir (Rohil) mencecar Direksi BUMD dan Kepala Bank Riau Kepri Cabang Bagansiapiapi. Hal itu terkuak saat Audiensi gabungan wartawan online dengan  Ketua DPRD Rohil, Maston dan Wakil Ketua II DPRD Rohil, Basiran Nur Efendi, dan Hamzah, serta Anggota Komisi B DPRD Rohil, Asisten II Pemkab Rohil, Inspektorat, Ekbang, BPKAD, Direksi BUMD Rohil dan Kepala Bank Riau Kepri terkait dana Perticipating Interest (PI) sebesar Rp. 488.158.611.821,00 milyar diruang Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Rohil.

“Ditempat yang sama ruang (Banmus). Supaya tidak ada kesimpang siuran tentang dana PI ini alangkah baiknya pihak BUMD dapat memaparkan kondisi terkini berapa dana PI yang sudah diterima,” ujar Wakil Ketua DPRD Rohil, Basiran Nur Efendi disela membuka sekagus memimpin rapat audiensi.

Kesempatan awal, Wakil Ketua II DPRD Rohil mempersilahkan perwakilan gabungan wartawan online Hermanto untuk menyampaikan berbagai pertanyaan seputar dana PI.

Dalam hal ini Hermanto mengutarakan bahwa dalam pengelolaan minyak dan gas bumi, Pemerintah melibatkan peran serta daerah dan nasional, sebagaimana diatur pada Peraturan Menteri (Permen) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) No 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Perticipating Interest Participating 10% (Sepuluh Persen) pada wilayah kerja Minyak dan Gas Bumi.

“Seperti yang muncul dipemberitaan media-media online. Bahwa Rohil dalam hal ini (BUMD) PD. SPRH telah menerima dana PI sebesar Rp.488 milyar lebih,” kata Hermanto seraya bertanya dihadapan audiensi.

Selain itu, Hermanto kembali bertanya dana PI sebesar itu apakah sudah ada program kerja yang dibuat oleh BUMD demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Kita juga mempertanyakan kepada pihak BUMD tentang menerima 9 unit (2 unit mobil Pajero Dakkar dan 7 unit Expander) dari program Bedelau Bank Riau Kepri. Dan heran dari Rp.488 milyar lebih, Rp.70 milyarnya kemana diperuntukan,” tuturnya.

Komentar