Berdasarkan Alat Bukti SPJ juga Laporan Bendahara inisial AZ : SDN Palika Diduga Fiktif Selewengkan Dana BOS Reguler TA.2022-3023

Daerah, ROHIL105 Dilihat

UtamaPos.com Rokan Hilir- Senin 18 Maret 2024. Berdasarkan alat bukti laporan Spj tahun 2022 dan tahun 2023 kepsek SDN membuat Spj fiktif dana BOS yang telah di keluarkan dari kas sekolah diduga tidak dibelanjakan, Spj yang dibuat dugaan Spj fiktif.

Kepsek tersebut diduga gunakan Dana Bos sekolah untuk Kepentingan Pribadi. Bendahara sekolah hanya sebagai pelengkap administrasi dalam pencairan dana Bos. Dana yang dikeluarkan dari rekening sekolah diduga tidak ada barang yang dibelanja sesuai dengan RAB.

Berdasarkan peraturan Menteri Pendidikan tentang petunjuk teknis pengelolaan dana bantuan Oprasional sekolah Reguler :

Pengelolaan Dana BOS Reguler dilakukan berdasarkan prinsip:

a. fleksibilitas yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dikelola sesuai dengan kebutuhan sekolah;

b. efektivitas yaitu penggunaan Dana BOS Reguler diupayakan dapat memberikan hasil, pengaruh, dan daya guna untuk mencapai tujuan pendidikan di sekolah;

c. efisiensi yaitu penggunaan Dana BOS Reguler diupayakan untuk meningkatkan kualitas belajar siswa dengan biaya seminimal mungkin dengan hasil yang optimal;

d. akuntabilitas yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dapat dipertanggungjawabkan secara keseluruhan berdasarkan pertimbangan yang logis sesuai peraturan perundangundangan; dan

e. transparansi yaitu penggunaan Dana BOS Reguler dikelola secara terbuka dan mengakomodir aspirasi pemangku kepentingan sesuai dengan kebutuhan sekolah.

1. Sekolah penerima Dana BOS Reguler yang memenuhi persyaratan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3 ditetapkan oleh Menteri setiap tahun pelajaran.

2. Penetapan sekolah penerima Dana BOS Reguler sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berdasarkan data pada Dapodik setiap tanggal 31 Agustus.

Dengan adanya dugaan penyeleweng dana Bos ini atas laporan bendahara sekolah dianggap telah merugikan Keuangan Negara diminta kepada penegak hukum Rokan Hilir segera periksa oknum kepala sekolah dan Bendahara SDN. Palika tersebut, karna alokasi dana BOS sangat dibutuhkan dan menunjang kebutuhan sekolah.

Saat dilakukan konfirmasi, dan diinformasikan kepada Lembaga Komite Nasional Rokan Hilir, namun oknum kepsek tersebut mangkir saat dilakukan pemangilan namun beralasan sibuk hingga sampai hari ini tidak pernah hadir dalam pemangilan untuk diintrogasi komite Nasional Rokan Hilir.

Dengan ada oknum kepsek yang selalu mangkir saat diminta kehadirannya agar administrasi bisa diperbaiki, jika terjadi ada kekeliruan dalam pembuatan SPJ diduga fiktif segera mengembalikan dana Bos tersebut kepada kas Negara.

Berkali-kali dilakukan pemangilan oleh Lembaga Komite Nasional Rokan Hilir dan dilaku konfirmasi namun oknum kepsek tersebut mangkir sepertinya kebal hukum.

Oknum guru yang menyalahgunakan uang negara dan terbukti bersalah telah menyeleweng dana Bos secepatnya dicopot dari jabatannya selaku ASN.

Kasus yang diduga melakukan kejahatan ini terhadap sekolah dan merugikan keuangan Negara juga kebutuhan pendidikan agar segera mungkin akan dilaporkan ke penegak Hukum Kejaksaan Negeri Rokan Hilir.

Komentar