Boby Lovers Jadi Sorotan, Diduga Terlibat ‘Makelar Proyek’, Aspiadi Nasution Sebut Inisial RR dan DR?

Nasional, Sumut893 Dilihat

Utamapos.com, Medan

Relawan Bobby Nasution yang tergabung dalam Boby Lovers, menjadi perbincangan hangat setelah muncul dugaan keterlibatan mereka dalam praktik ‘makelar proyek’ di berbagai Pemerintah Daerah (Pemda) di Sumatera Utara (Sumut). Selain itu, Boby Lovers juga dituding menjadi ‘calo’ dalam perekrutan tenaga honorer dengan iming-iming uang puluhan juta rupiah.

Isu ini mencuat sejak Topan Obaja Putra Ginting dilantik sebagai Kepala Dinas PUPR Sumut oleh Gubernur Bobby Nasution. Bahkan, setelah Topan Ginting menjadi tahanan KPK, dugaan keterlibatan Boby Lovers dalam praktik ‘makelar proyek’ semakin mencuat.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, Boby Lovers diduga telah menarik sejumlah uang dari beberapa orang dengan iming-iming pekerjaan proyek, dengan membawa nama menantu mantan Presiden yang juga menjabat sebagai Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, sebagai penghubung dengan instansi terkait.

Selain proyek, Boby Lovers juga disinyalir menjadi ‘calo’ dalam perekrutan tenaga honorer dengan jaminan uang berkisar puluhan juta rupiah.

“Sudah banyak yang jadi korban. Ada yang 50 juta, dan ada yang 15 juta,” ujar seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Menanggapi hal ini, Ketua Umum Bobby Lovers, Aspiadi Nasution, membantah tudingan tersebut. Ia mengklaim bahwa Bobby Lovers memiliki dua tongkat komando.

“Bukan Bobby Lovers di bawah komando kita, karena Bobby Lovers ada juga di bawah komando RR dan DR. Saya dan tim sibuk dengan kegiatan sosial,” ujarnya.

Aspiadi juga menyatakan bahwa ia tidak mengenal Topan Ginting dan tidak pernah bertemu dengannya.

Ia juga menanggapi dengan santai pemberitaan mengenai dugaan keterlibatan Boby Lovers dalam praktik ilegal ini.

“Tapi enggak apa-apa, bagus biar Bobby Lovers dikenal lagi,” ketusnya.

Sebelumnya, Boby Lovers juga diduga terlibat dalam praktik ‘makelar proyek’ di berbagai Pemda di Sumut, dengan memanfaatkan nama menantu Presiden untuk mendapatkan proyek-proyek. Kabupaten Deli Serdang disebut sebagai salah satu daerah yang paling mencolok terkait dugaan praktik ini.

Baca Juga:  Sinergi Polres Sergai dan Muhammadiyah: "Merajut Harmoni dalam Keamanan"

Bendahara Boby Lovers Deli Serdang, Dedi Siswanto, membantah tudingan tersebut dan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah membawa bendera Boby Lovers dalam aktivitas yang berkaitan dengan proyek di wilayah Deli Serdang.

Komentar