Petani Kecewa Program Pipanisasi klompok tani sinar harapan Belum Berfungsi Untuk Mengairi Sawah

Lebak1033 Dilihat

Petani Kecewa Program Pipanisasi klompok tani sinar harapan Belum Berfungsi Untuk Mengairi Sawah.

Lebak – Warga Desa Cikatomas Terutama Petani yang Sawahnya Diairi dari program pipanisasi belum bisa merasakan manfaatnya dari program tersebut,pasalnya program pipanisasi yang semestinya bisa bermanfaat untuk kebutuhan air di sawah.program tersebut dikelola kelompok tani sinar harapan cikusik desa Cikatomas Kecamatan Cilograng Kabupaten Lebak provinsi Banten.

Klompok tani sinar harapan mendapatkan bantuan pipanisasi air yang bersumber Dana dari APBN TP (ABT) THN 2024.Meski pipa telah terpasang dan siap digunakan, namun belum dapat mengalirkan air secara cukup. Hal itu membuat warga kecewa.

“Bak sebagai penampungnya saja tidak bisa penuh, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sawah petani.Padahal program pipanisasi Tersebut bisa digunakan di musim kemarau, program pipanisasi aliran airnya belum bisa dipergunakan padahal pipanisasi yang mengambil sumber air Kali curugkanteh sudah terpasang beberapa bulan yang lalu.

Dikonfirmasi ketua klompok sinar harapan via WhatsApp mengatakan terkait masalah airnya dari hulunya longsor karena faktor cuaca dan itu diluar program kami,jadi begini irigasi itu sudah beberapa tahun terbengkalai karena banyak titik longsor, terkait masalah manfaatnya memang belum dirasakan oleh penerima manfaat karena debit air kurang maksimal terkendala longsor dari hulunya hingga air tidak sampai ketitik itu,harus harus menunggu perbaikan dari hulunya baru nanti dialirkan.tutupnya.

Terpisah kepala desa Cikatomas dikonfirmasi via WhatsApp.dulu pernah ada mengalir kang, Alhamdulillah pernah ngalir,karena pernah ada bencana longsor dari hulunya debit air jadi kecil,jadi air sementara cuman bisa nyampai simpang Cihideung,harus ada pembangunan lagi dari hulunya dari sungai baru air maksimal.ungkap kepala desa Cikatomas.
(Tri/tim redaksi)

Baca Juga:  Pembangunan Sumur Bor Dilewi Cadas BPD Desa Pondok panjang Diduga Tidak mau Dikritik.

Komentar