Utamapos.com, Medan
Citra Institusi Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tampak nya kembali tercoreng, setelah timbulnya dugaan adanya “Mafia SIM” di Satpas Polres Deli Serdang. Dimana, beredarnya video salah seorang pria yang mengungkapkan bila dirinya dalam pembuatan SIM C (Surat Izin Mengemudi) membayar dengan uang senilai Rp. 650.000. Hal itu juga dibuktikan dengan sebuah cuplikan Video yang memperlihatkan adanya dugaan Transaksi dalam menyerahkan beberapa lembar uang pecahan Rp. 100.000 kepada petugas Satpas (Satuan Pelayanan Administrasi SIM) Polres Deli Serdang.
Namun, atas tindakan dan perilaku oknum petugas tersebut, Kapolres Deli Serdang AKBP Raphael Sandy Prambodo ketika di konfirmasi wartawan beberapa hari lalu justru bungkam, dan terkesan cuek atas sikap dari pada Oknum yang telah merusak nama baik Polri.
Menyikapi hal tersebut, Ketua Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Bersatu (KMMB) Sumut, Sutoyo S.H Selasa, (11/3/2025) kepada wartawan mengatakan, sangat di perlukan nya pembenahan di tubuh Polri. Apalagi, Menurut Sutoyo, Institusi yang berseragam Coklat ini sudah memberikan dampak buruk bagi keadilan di Indonesia.
Sebab, Sambung Sutoyo, Seyogianya Kepolisian seharusnya memberikan contoh dalam penegakkan dan kedisiplinan yang harus mengacu pada Peraturan dan Perundang-undangan. Akan tetapi, semua nya terkesan di abaikan. Sehingga, hukum terkesan tidak benar-benar untuk di terapkan.
” Sebagai Abdi Utama bagi nusa bangsa, seharusnya Kepolisian berpegang teguh pada Peraturan. Ini kenapa Penegak Hukum yang malah nginjak-nginjak hukum?. “. Jelasnya
Ia juga menambahkan, tentang permasalahan yang kerap terjadi di Intitusi Polri. Perlunya di lakukan bersih-bersih, dengan melakukan evaluasi.
Sebagai bentuk kepedulian, Pihaknya juga berencana melakukan Aksi Damai di depan Kantor Polda Sumut, yang tak lain mengingatkan Kapoldasu untuk melakukan pembenahan di Jajarannya khusunya di Polres Deli Serdang.













Komentar