Pengalaman Galbay SPaylater 17JT, Ini Resiko Yang Ia Hadapi

Fintech2909 Dilihat

Layanan Shopee PayLater (SPayLater) kini menjadi salah satu fasilitas pinjaman konsumtif yang banyak digunakan masyarakat. Dengan kemudahan belanja sekarang bayar nanti, tidak sedikit pengguna yang terlena hingga tagihan menumpuk.

Salah satunya dialami seorang pengguna yang gagal bayar (galbay) dengan total tagihan mencapai Rp17,7 juta sejak April 2025. Kini, setelah lebih dari lima bulan menunggak, muncul pertanyaan besar: apa saja risiko yang harus dihadapi jika galbay di SPayLater dengan nominal sebesar itu?

Telepon Tagihan Tanpa Henti

Risiko pertama yang langsung terasa adalah telepon penagihan terus-menerus. Pihak penagih internal Shopee akan menghubungi debitur hampir setiap hari dengan nomor yang berbeda-beda. Tidak hanya pemilik akun, tetapi kontak darurat yang dicantumkan juga berpotensi dihubungi. Bahkan, sebagian pengguna melaporkan bahwa nomor yang pernah bertransaksi di aplikasi Shopee juga bisa dihubungi.

Meski mengganggu, pola ini masih sebatas penagihan internal. Hingga kini, SPayLater tidak terbukti menggunakan pihak ketiga untuk menyebarkan data pribadi pengguna secara liar.

Ancaman Debt Collector (DC) Lapangan

Salah satu ketakutan terbesar nasabah galbay adalah ancaman debt collector lapangan atau FC (field collector) yang datang langsung ke rumah. Namun berdasarkan pengalaman pengguna hingga September 2025, SPayLater maupun SPinjam belum memiliki tim penagih lapangan. Semua proses penagihan dilakukan secara daring melalui telepon, email, atau pesan aplikasi.

Ancaman berupa surat penagihan, rencana kunjungan ke RT/RW, atau intimidasi fisik biasanya hanya berupa gertakan untuk menekan psikologis debitur. Nama besar Shopee sebagai perusahaan e-commerce membuat mereka cenderung menjaga reputasi, sehingga tidak sembarangan menurunkan penagih lapangan.

Dampak pada SLIK OJK

Meski tidak ada ancaman lapangan, risiko serius yang harus dihadapi adalah catatan buruk di SLIK OJK. Bagi debitur yang menunggak lebih dari 90 hari (TWP90), data keterlambatan pembayaran akan tercatat di sistem informasi kredit. Akibatnya, pengguna yang galbay tidak akan bisa mengakses produk keuangan formal lainnya, seperti:

  • Kredit tanpa agunan (KTA)

  • Kredit pemilikan rumah (KPR)

  • Kredit usaha rakyat (KUR)

  • Pengajuan pinjaman online legal lain

Baca Juga:  Pengalaman Galbay Gopay Pinjam & Gopay Ternyata ini Resikonya!

Dengan kata lain, galbay di SPayLater bisa menutup akses ke berbagai fasilitas pinjaman resmi di masa depan.

Bunga dan Denda yang Menumpuk

Selain pencatatan di SLIK OJK, galbay juga berarti menanggung bunga dan denda keterlambatan yang terus berjalan. Tagihan Rp17,7 juta bisa membengkak jauh lebih besar jika tidak segera ditangani. Shopee PayLater dikenal menerapkan denda harian serta bunga tetap, sehingga nilai tunggakan semakin berat dari waktu ke waktu.

Kenapa SPaylater Tidak Ada DC Lapangan?

Ada alasan mengapa hingga kini SPayLater tidak mengirimkan DC lapangan, yaitu:

  1. Reputasi Perusahaan – Shopee sebagai perusahaan besar menjaga nama baik agar tidak tercoreng karena perilaku penagih lapangan yang berpotensi melanggar hukum.

  2. Regulasi OJK – Sebagai penyelenggara pinjaman resmi melalui PT Lentera Dana Nusantara dan PT ICER Finance, SPayLater wajib menaati aturan penagihan yang diawasi OJK.

  3. Model Bisnis Digital – SPayLater lebih fokus pada penagihan digital dan pencatatan kredit, bukan menggunakan cara-cara intimidatif di lapangan.

Cara Menghadapi Jika Terlanjur Galbay

Bagi yang sudah terlanjur mengalami gagal bayar dengan nilai besar, berikut langkah yang bisa dilakukan:

  1. Tetap tenang dan jangan panik – ancaman FC lapangan biasanya hanya gertakan.

  2. Catat semua komunikasi penagihan – simpan bukti telepon, SMS, atau email untuk berjaga-jaga.

  3. Komunikasikan dengan CS Shopee – tanyakan opsi restrukturisasi, perpanjangan tenor, atau keringanan bunga.

  4. Hitung kemampuan finansial – prioritaskan pembayaran cicilan untuk menghindari bunga menumpuk lebih parah.

  5. Siapkan konsekuensi jangka panjang – bila tidak mampu membayar, pahami risiko masuk daftar hitam SLIK OJK.

  6. Usahakan bayar utang anda jika sudah mampu, karena setiap hutang kapanpun itu harus dibayar.
Baca Juga:  Apakah Samir Ada DC Lapangan? Review Pengalaman Terbaru

baca juga: Apakah SPayLater Ada DC Lapangan? Review Galbay Terbaru

Kesimpulan

Pengalaman galbay SPayLater dengan tagihan mencapai Rp17,7 juta menunjukkan bahwa risiko terbesarnya bukanlah didatangi debt collector lapangan, melainkan catatan buruk di SLIK OJK dan bunga yang terus membengkak. Penagihan sejauh ini hanya dilakukan secara digital oleh tim internal, meski tetap terasa menekan karena frekuensi telepon yang intens.

Bagi pengguna yang belum terjebak, penting untuk menggunakan SPayLater secara bijak dan sesuai kemampuan. Sementara bagi yang sudah galbay, langkah terbaik adalah mengatur strategi pembayaran atau mengajukan restrukturisasi. Jangan sampai rasa panik memperburuk keadaan, karena risiko terbesar ada pada akses keuangan di masa depan yang bisa tertutup rapat akibat catatan buruk di sistem kredit.

Komentar