Di tengah menjamurnya pinjaman online yang kerap membuat resah masyarakat akibat metode penagihan yang tidak manusiawi, hadirnya produk pinjaman dari bank-bank besar menjadi angin segar.
Salah satunya adalah Blu Extra Cash dari Blu by BCA Digital. Produk ini merupakan layanan pinjaman tunai resmi dari anak perusahaan Bank BCA yang sudah berizin OJK, dan menawarkan limit hingga puluhan juta rupiah dengan bunga rendah dan tenor panjang.
Namun, bagaimana jika terjadi gagal bayar atau galbay di aplikasi ini? Apakah Blu Extra Cash punya debt collector lapangan seperti pinjol lainnya? Berikut ulasan lengkapnya.
Mengenal Blu Extra Cash by BCA Digital
Blu Extra Cash adalah produk pinjaman uang tunai yang bisa diajukan langsung melalui aplikasi Blu by BCA Digital. Selain itu, BCA Digital juga menyediakan Blu Paylater untuk cicilan barang. Produk ini hanya bisa diakses oleh nasabah yang sudah memenuhi kriteria tertentu seperti:
-
Warga negara Indonesia berusia minimal 21 tahun
-
Memiliki rekening BCA Digital
-
Punya penghasilan tetap
-
Memiliki riwayat kredit yang baik atau skor BI Checking yang sehat
Limit yang diberikan bervariasi, mulai dari Rp1 juta hingga Rp30 juta tergantung hasil analisa sistem. Suku bunga yang ditawarkan cukup rendah, hanya sekitar 1% per bulan.
Resiko Galbay di Blu Cash
1. Tidak Ada Debt Collector Lapangan
Berbeda dengan pinjaman online ilegal yang sering menggunakan debt collector (DC) lapangan yang brutal, Blu Extra Cash tidak memiliki DC lapangan. Sebagai produk resmi dari bank besar, BCA Digital sangat menjaga reputasinya dan menghindari praktik penagihan kasar yang dapat mencoreng citra perusahaan.
Jika pun ada penagihan langsung, biasanya hanya dilakukan oleh petugas resmi dari pihak bank untuk kasus nominal yang sangat besar—umumnya di atas Rp100 juta.
2. Penagihan Bersifat Profesional
Jika terjadi keterlambatan pembayaran, penagihan biasanya dilakukan melalui WhatsApp, telepon, atau email dengan nada profesional. Tidak ada ancaman, intimidasi, atau pelecehan seperti yang sering ditemukan pada pinjol ilegal.
3. Risiko Masuk Daftar Hitam SLIK OJK
Resiko utama dari gagal bayar di Blu Extra Cash adalah tercatat dalam SLIK OJK (Sistem Layanan Informasi Keuangan). Jika kamu tidak melakukan pembayaran selama lebih dari 90 hari, data kamu akan tercatat sebagai kredit bermasalah.
Konsekuensinya cukup berat, karena:
-
Tidak bisa mengajukan KUR (Kredit Usaha Rakyat)
-
Sulit mendapatkan KPR atau kredit kendaraan
-
Pengajuan kartu kredit dan pinjaman di bank lain akan ditolak
Catatan negatif ini bisa bertahan lama dan hanya bisa dipulihkan dengan menyelesaikan tunggakan dan menjaga riwayat kredit yang baik ke depannya.
4. Psikologis dan Akses Kredit Tertutup
Meski tidak ada tekanan fisik dari DC, gagal bayar tetap memberikan tekanan psikologis. Selain itu, akses kamu terhadap produk keuangan formal akan tertutup hingga kamu melunasi pinjaman dan memperbaiki skor kredit.
Baca juga: Blu Extra Cash Apakah Ada Dc Lapangan? Simak Pengalaman Berikut
Apakah Aman Jika Galbay di Blu Cash?
Dari sisi penagihan fisik, Blu Cash tergolong aman karena tidak menggunakan debt collector lapangan. Penagihan dilakukan secara sopan dan profesional. Namun, resiko terbesar ada pada pencatatan di SLIK OJK, yang bisa berdampak jangka panjang terhadap keuanganmu.
Meskipun tidak ada ancaman lapangan, galbay di Blu Extra Cash tetap bukan pilihan yang bisa diabaikan. Jika kamu mengalami kesulitan membayar, lebih baik segera hubungi pihak Blu Digital untuk mencari solusi seperti restrukturisasi atau perpanjangan tenor.
Blu Cash memang menawarkan kenyamanan dan keamanan sebagai produk bank digital, tetapi tanggung jawab pengguna tetap diperlukan agar tidak terjebak dalam masalah keuangan lebih besar di masa depan.








Komentar