Neng Resa, Siswi SMPN 1 Cisewu Rela Jalan Kaki 2 Jam Demi Sekolah

News Update1239 Dilihat

Cianjur – Di tengah gempuran fasilitas modern di kota-kota besar, kisah haru datang dari sudut desa terpencil di Cianjur Selatan. Seorang siswi bernama Neng Resa, pelajar SMPN 1 Cisewu, mendadak viral di media sosial setelah perjuangannya dalam menempuh pendidikan menarik perhatian publik. Gadis tangguh ini rela berjalan kaki selama dua jam setiap hari demi bisa sampai ke sekolah.

Neng Resa tinggal di Kampung Cidarengdeng, Desa Cibuluh, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur. Meski secara administratif berada di wilayah Cianjur, lokasi sekolah terdekat bagi Resa justru berada di Kecamatan Cisewu, Kabupaten Garut. Sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga kini SMP, ia konsisten menempuh perjalanan panjang demi satu tujuan: mendapatkan pendidikan yang layak.

Setiap hari, Resa memulai harinya pada pukul 04.30 pagi. Ia berjalan kaki menyusuri medan yang tak bisa dibilang mudah. Jalanan yang dilalui masih berupa tanah dan bebatuan, dengan kondisi menanjak dan menurun curam. Ketika hujan turun, jalur tersebut menjadi sangat licin dan berbahaya, namun semangat Resa tak surut sedikit pun. Ia tetap melangkah dengan penuh harapan agar tiba di sekolah tepat waktu, yakni pukul 06.30 sesuai anjuran Gubernur yang mendorong masuk sekolah lebih pagi.

neng resa

Perjalanan pulang pun tak kalah berat. Seringkali, Resa tidak bisa pulang bersama teman-temannya karena jarak ke rumahnya yang paling jauh. Bahkan dalam satu unggahan video yang viral, terlihat ia harus menumpang pulang bersama saudara yang kebetulan melewati danau terdekat kampungnya.

Kisah Neng Resa ini sontak menyentuh hati banyak orang. Bahkan media nasional seperti Trans TV turun langsung meliput perjuangan siswi ini. Dalam liputannya, Trans TV menggambarkan bagaimana Resa berjalan dari rumah ke sekolah, termasuk wawancara dengan Kepala Sekolah SMPN 1 Cisewu serta warga sekitar yang menjadi saksi nyata perjuangan Resa selama ini. Mereka menyampaikan betapa gigih dan konsistennya Resa menempuh perjalanan puluhan kilometer demi pendidikan.

Baca Juga:  Deteksi Dini Gangguan Kamtib, Lapas Pekanbaru Gelar Razia Rutin

Kisah ini mengingatkan pada perjuangan serupa yang terjadi puluhan tahun lalu. Sejumlah netizen turut membagikan cerita masa kecil mereka yang juga harus berjalan jauh demi sekolah, menandakan bahwa persoalan akses pendidikan di wilayah terpencil masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Tak sedikit pula warganet yang mempertanyakan kepekaan para pejabat dan calon pemimpin daerah yang gencar memasang baliho dan spanduk di berbagai sudut jalan. Mereka mengajak untuk membuka mata atas kondisi nyata yang dialami anak-anak seperti Resa. Sudah saatnya perhatian diberikan bukan hanya pada janji kampanye, tetapi juga realisasi pembangunan, khususnya pembangunan sekolah dan infrastruktur jalan di pelosok desa.

Kisah Neng Resa menjadi potret nyata bahwa masih banyak anak-anak Indonesia yang harus bertaruh tenaga dan waktu hanya untuk bisa belajar. Semoga perjuangan Resa menjadi pengingat dan pemantik bagi kita semua bahwa pendidikan adalah hak yang harus dapat diakses dengan mudah oleh siapa pun, di mana pun.

“Tetap semangat menuntut ilmu, Neng Resa. Semoga kelak menjadi anak yang salehah dan mampu mengubah nasib desa tercinta.”

Komentar