Kronologi tewasnya Pandu siswa SMA yatim piatu yang diduga ditendang polisi dituduh memakai narkoba, keluarga bantah itu fitnah dan minta keadilan.

News Update1002 Dilihat

Kronologi tewasnya Pandu siswa SMA yatim piatu yang diduga ditendang polisi dituduh memakai narkoba, keluarga bantah itu fitnah dan minta keadilan.

Asahan, 13 Maret 2025 – Dirangkum dari detik sumut Kepolisian Resor (Polres) Asahan membantah tudingan bahwa seorang remaja bernama Pandu (18) meninggal dunia akibat penganiayaan oleh oknum polisi. Klarifikasi ini disampaikan oleh Kasi Humas Polres Asahan, Iptu Anwar Sanusi, yang juga memaparkan kronologi kejadian.

Menurut Anwar, peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (9/3/2025) sekitar pukul 00.30 WIB. Saat itu, personel Polsek Simpang Empat menerima laporan dari masyarakat terkait dugaan aktivitas balap liar di Jalan Sungai Lama, Desa Perkebunan Hessa, Kecamatan Simpang Empat. Saat tiba di lokasi, polisi menemukan sekitar 50 orang anak muda yang ternyata bukan hendak melakukan balap liar, melainkan balap lari.

Petugas kemudian membubarkan kerumunan tersebut dan melanjutkan patroli. Dalam perjalanan, polisi mendapati empat pemuda mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan ugal-ugalan. Ketika petugas mencoba menghentikan mereka, para pemuda tersebut menolak berhenti dan terus memacu kendaraan secara zigzag.

Setibanya di Desa Sei Lama, Pandu yang duduk di bagian belakang sepeda motor diduga melompat ke arah kanan dan jatuh. Setelah bangkit dan mencoba melarikan diri, ia kembali terjatuh. Rekannya meninggalkan lokasi, sementara polisi mendekati Pandu yang mengalami luka di pelipisnya.

Pandu kemudian dibawa ke Puskesmas Simpang Empat untuk mendapatkan perawatan medis sebelum dibawa ke Polsek Simpang Empat untuk pembinaan. Sekitar pukul 10.00 WIB, keluarga Pandu datang menjemputnya dalam kondisi sehat. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada tindakan kekerasan terhadap korban selama berada di kantor polisi, dan hal tersebut dibuktikan dengan rekaman CCTV.

Baca Juga:  Banyak TPS Legal di Pekanbaru Kini Bersih, PT. EPP Maksimalkan Pengangkutan Sampah

“Kami turut berduka cita atas kejadian ini dan berharap seluruh pihak dapat menahan diri serta memberikan kesempatan bagi proses penyelidikan yang sedang berlangsung. Jika ada pihak yang memiliki bukti atau informasi terkait insiden ini, kami persilakan untuk melaporkannya melalui jalur resmi,” ujar Anwar.

Sementara itu, pihak keluarga Pandu memberikan pernyataan berbeda.

Dilansir dari Tribun Medan, dijelaskan salah seorang kerabat yang tak ingin disebutkan namanya ini, korban sempat mengaku ditendang sebanyak dua kali oleh oknum.

“Jadi awalnya dia ini nonton balap lari sama teman-temannya, di dekat PT Sintong. Kemudian, ada polisi dua sepeda motor ngejar bubarkan balap itu. Karena kewalahan, mereka satu sepeda motor tarik lima,” ungkap keluarga korban, Selasa (11/3/2025).

Selanjutnya, terjadi aksi kejar-kejaran antara diduga polisi dengan sepeda motor yang ditumpangi oleh korban.

“Setelah dikejar, satu orang lompat kemudian lari. Lepas dari kejaran polisi. Saat korban yang lompat, terjatuh dan pengakuan korban saat itu langsung ditendang sebanyak dua kali,” ungkapnya.

Setelah diamankan, korban. Sempat dibawa ke Polsek Simpang Empat dan dijemput dan dibawa berobat.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan rumah sakit, diagnosa dari dokter itu ada yang bocor bagian dalamnya. Kalau tidak salah lambungnya,” ungkapnya.

Katanya, terdapat beberapa luka lain dibagian kepala dan wajah korban. Kini, keluarga masih berembuk terkait rencana melaporkan kejadian ini ke Propam Polres Asahan.

Goriau mencoba mencari tahu lewat kawan sepermainan korban, Doli, Pandu awalnya hanya menjadi penonton dalam balap liar motor yang terjadi di lokasi. Ketika polisi datang untuk membubarkan kerumunan, Pandu melarikan diri bersama rekannya menggunakan sepeda motor agar tidak terlibat dalam razia tersebut. Doli mengklaim bahwa setelah terjatuh, Pandu ditabrak oleh oknum polisi dan mengalami tindak kekerasan berupa pukulan serta tendangan.

Baca Juga:  Semangat Baru Kerja Bersama Untuk Indonesia Emas 2045, Jajaran Lapas Pekanbaru Ikuti Apel Bersama Awal Tahun 2025

“Kami hanya ingin keadilan untuk saudara kami. Saya percaya bahwa setiap jiwa berhak mendapatkan perlindungan dan keadilan,” ujar Doli.

Kapolres Asahan, AKBP Afdhal Junaidi, menegaskan bahwa pihaknya telah mengerahkan Propam Polres Asahan untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut guna mengklarifikasi tuduhan tersebut. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak langsung mempercayai informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Kasus ini masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan kebenaran di balik peristiwa tragis yang menimpa Pandu.

Komentar