Kronologi dan Penyebab Ledakan Bom di Cibalong, Pameungpeuk Garut, 13 Orang Jadi Korban

Berita utama2642 Dilihat

Garut, 12 Mei 2025 — Suasana duka menyelimuti Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, usai terjadinya ledakan dahsyat di lokasi pemusnahan amunisi kadaluwarsa yang menewaskan 11 orang pada Senin pagi, 12 Mei 2025, sekitar pukul 09.30 WIB. Peristiwa memilukan ini mengguncang masyarakat lokal, termasuk personel militer yang terlibat dalam kegiatan tersebut.

Desa Sagara, Kecamatan Cibalong, telah lama dikenal sebagai salah satu titik lokasi pembuangan dan pemusnahan amunisi tak layak pakai oleh militer. Wilayah pesisir ini bahkan dijuluki warga setempat sebagai “kampung peledakan” karena sering dijadikan tempat untuk meledakkan peluru, granat, atau bom kadaluwarsa yang tidak lagi dapat digunakan.

Namun, praktik ini ternyata menyimpan bahaya besar, terutama karena kebiasaan warga sekitar yang secara turun-temurun ikut “memulung” sisa-sisa logam dari lokasi peledakan seperti tembaga, kuningan, atau logam bekas selongsong peluru untuk dijual kembali. Sayangnya, kegiatan tersebut dilakukan tanpa pengawasan atau prosedur keselamatan yang memadai.

Kronologi Kejadian: Bom Telat Meledak dan Membawa Maut

Menurut laporan resmi dari Unit Intelijen Kodim 0611/Garut, ledakan terjadi ketika kegiatan pemusnahan amunisi yang tidak layak pakai sedang berlangsung. Sekitar pukul 09.30 WIB, di area pantai Desa Sagara, petugas militer tengah menyiapkan proses peledakan rutin.

Namun nahas, ledakan terjadi lebih cepat dari perkiraan. Informasi dari lapangan menyebutkan, sebagian warga yang terbiasa ikut mengais sisa logam sudah berada di lokasi, bahkan sebelum proses peledakan sepenuhnya selesai. Tanpa sadar, mereka masuk ke area berbahaya untuk mengambil barang bekas dari sisa amunisi yang baru diledakkan. Tidak disangka, masih ada bom yang belum meledak secara sempurna dan akhirnya memicu ledakan lanjutan yang menewaskan sejumlah warga dan anggota TNI.

Baca Juga:  Rapat Paripurna, Bupati HM Adil : APBD 2021 telah disahkan Evaluasi Propinsi kami Lanjutkan

Daftar Korban Jiwa

Berdasarkan data awal yang dirilis oleh Kodim 0611/Garut, berikut adalah nama-nama korban yang telah teridentifikasi:

  1. Kolonel Cpl Antonius Hermawan, ST., MM.
  2. Mayor Cpl Anda Rohanda
  3. Kapolda Eri Priambodo
  4. Pratu Aprio Setiawan
  5. Agus bin Kasmin
  6. Ipan bin Obur
  7. Anwar bin Inon
  8. Iyus Ibing bin Inon
  9. Iyus Rizal bin Saepuloh
  10. Toto
  11. Dadang
  12. Rustiawan
  13. Endang

Sebagian besar korban mengalami luka berat hingga tubuhnya tidak dapat dikenali. Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Pameungpeuk, Garut, untuk proses identifikasi dan penanganan medis lebih lanjut.

Situasi Terkini dan Tindakan Penanganan

Pihak militer dan kepolisian telah menutup akses ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh. Koordinasi intensif dengan berbagai instansi terus dilakukan guna:

  • Menyatakan lokasi aman bagi masyarakat sekitar.

  • Mengidentifikasi korban secara menyeluruh.

  • Menelusuri penyebab teknis dari kegagalan prosedur peledakan.

  • Menyusun laporan resmi lanjutan.

Tim medis, SAR, dan aparat keamanan kini berjibaku di lapangan, termasuk dalam proses evakuasi warga yang sempat terluka dan masih berada di sekitar area peledakan.

Tragedi ini menjadi peringatan keras tentang pentingnya pengamanan dan edukasi masyarakat terhadap bahaya amunisi sisa, terutama dalam lokasi-lokasi militer aktif seperti di Cibalong. Kegiatan memulung logam bekas tanpa perlindungan dan di luar izin telah terbukti sangat berisiko, apalagi jika tidak disertai protokol keselamatan.

Pihak militer diharapkan segera melakukan evaluasi prosedur pembuangan amunisi serta meningkatkan pengawasan dan edukasi kepada masyarakat sekitar agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

Komentar