Jakarta – Peristiwa tragis terjadi di kawasan Pejompongan, Tanah Abang, Jakarta Pusat pada Kamis (28/8/2025) malam. Seorang driver ojek online bernama Affan Kurniawan tewas setelah terlindas mobil rantis milik Brimob saat tengah berlangsung aksi demonstrasi di sekitar gedung DPR RI.
Korban yang masih berusia muda itu sempat dilarikan ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), namun nyawanya tidak tertolong. Jenazah kini berada di ruang jenazah RSCM untuk menunggu proses pemakaman.
Klarifikasi Brimob dan Permintaan Maaf
Menanggapi insiden tersebut, perwakilan Brimob bernama Jemmy menyampaikan permohonan maaf secara terbuka. Ia menegaskan pihaknya tidak akan lari dari tanggung jawab.
“Mohon maaf apabila itu memang sudah terjadi. Itu tidak bisa kita hindari. Kami bertanggung jawab. Pimpinan kami sudah berkoordinasi dengan keluarga korban, dan kami sepenuhnya akan bertanggung jawab,” ujar Jemmy.
Brimob berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap anggotanya yang bertugas malam itu. Bahkan, Jemmy memastikan bahwa proses hukum akan tetap berjalan. “Pelaku pasti akan diproses. Kami akan lakukan pemeriksaan sesuai ketentuan,” tegasnya.
Sosok Affan Kurniawan, Tulang Punggung Keluarga
Affan Kurniawan lahir pada 18 Juli 2004. Ia tinggal di kawasan Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, bersama keluarga besar di sebuah kontrakan kecil. Affan dikenal sebagai sosok pekerja keras yang menjadi andalan keluarganya.
Menurut Muri, pemilik kontrakan tempat Ia tinggal, almarhum selalu bangun pagi untuk mencari nafkah. “Pagi jam 5.30 sudah keluar rumah, siang istirahat sebentar, sore berangkat lagi. Dia rajin sekali, benar-benar jadi tulang punggung keluarga,” ungkap Muri.
Sebelum menjadi driver ojol, Affan sempat bekerja sebagai satpam. Ia menghidupi ibunya yang bekerja serabutan serta membantu biaya sekolah adik perempuannya yang masih duduk di bangku SMP.
Kronologi Kejadian Ojol Viral
Seorang saksi mata bernama Abdul menyebut Affan saat itu tengah mengantarkan pesanan ke kawasan Bendungan Hilir. Namun, karena lalu lintas macet akibat demonstrasi, ia terjebak di sekitar Pejompongan. Saat itulah mobil rantis Brimob melaju kencang ke arah kerumunan.
“Mobil itu benar-benar ugal-ugalan. Orang-orang berhamburan, tapi korban tidak sempat menghindar,” kata Abdul.
Video yang beredar di media sosial memperlihatkan mobil rantis sempat berhenti setelah menabrak, lalu kembali melaju meninggalkan korban yang terkapar. Kejadian tersebut memicu amarah massa yang kemudian berusaha mengejar kendaraan Brimob.
Kini, keluarga besar Affan masih berduka mendalam. Di sisi lain, publik menantikan tindak lanjut dari janji Brimob untuk mengusut tuntas insiden yang menewaskan seorang tulang punggung keluarga muda ini.







Komentar