Kajati Jawa Barat Melakukan Penahanan Terhadap Rektor dan Mantan Rektor Universitas Mitra Karya Bekasi Rugikan Negara 13 Miliar

Berita utama, Hukum828 Dilihat

UtamaPos.com Bandung- Senin 04 Maret 2024 Kejaksaan Tinggi Jawa Barat melakukan penetapan dua orang tersangka melakukan tindak pidana korupsi dengan kerugian negara 13 miliar. Hal tersebut disampaikan oleh Asisten bidang tindak pidana khusus Syarief Sulaeman Nahdi, SH.,MH., melalui awak media.

Kasus posisi singkat :

• Berawal pada tahun Tahun 2020 s/d 2022 pada Universitas Mitra Karya di Provinsi Jawa Barat mendapatkan Program Dana Bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah dari PUSLAPDIK Kemdikbudristek.

• Dana Bantuan PIPK tersebut dibagi 2 :
Biaya Pendidikan sebesar Rp. 2.400.000./semester biaya hidup sebesar Rp. 4.200.000. tahun 2020 dan Rp. 5.700.000. tahun 2022./semester

• Pemberian dana PIPK tersebut dilakukan melalui 2 cara yaitu transfer melalui rekening Umika untuk biaya pendidikan dan transfer melalui rekening mahasiswa/i untuk biaya hidup melalui BNI.

Kerugian Negara :

Bahwa, kerugian negara yang timbul atas dana bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) Kuliah Angkatan Tahun 2020 s/d 2022 pada Universitas Mitra Karya Bekasi Provinsi Jawa Barat mencapai sekitar Rp.13.024.800.000. (Tiga belas Milyar dua puluh empat juta delapan ratus ribu rupiah). Namun jumlah pastinya sedang dilakukan penghitungan Inspektorat Kemendikbudristek.

Tersangka :
• Dr. H. S HARI JOGYA, S.H.,M.Si sebagai Rektor Universitas Mitra Karya periode 2021 s/d sekarang.

Surat Perintah Penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor :                  Print-569M.2/Fd.2/03/2024 tanggal  04 Maret 2024 ;

Surat penetapan tersangka (PIDSUS-18) Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor: TAP-21/M.2/Fd.2/03/2024 tanggal  04 Maret 2024;

• Dr. H. SUROYO sebagai Rektor Universitas Mitra Karya periode 2019 s/d 2021,

Surat penetapan tersangka (PIDSUS-18) Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat Nomor: TAP- 20/M.2/Fd.2/02/2024 tanggal 04 Maret 2024

Terhadap para tersangka dilakukan penahanan di rumah tahanan Negara Klas 1 A bandung selama 20 (dua puluh) hari sejak tanggal 04 Maret  2024 s/d 23 Maret 2024.

Berdasarkan :
Surat perintah penahanan tahap penyidikan Kepala Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (T-2) Nomor : Print – 571/M.2.5/Fd.2/03/2024 tanggal 04 Maret 2024 atas nama tersangka, Dr. H. Suroyo;

Surat perintah penahanan tahap penyidikan Kepala Kejaksaan TInggi Jawa Barat (T-2) Nomor : Print – 572/M.2.5/Fd.2/03/2024 tanggal 04 Maret 2024 atas nama tersangka Dr. S Hari Jogya Sh. MSi.

Pasal yang dilanggar :

Pasal 2 ayat 1, Pasal 3 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Sumber :
Kejaksaan Tinggi Jawa Barat
Syarief Sulaeman Nahdi, SH.,MH.

Komentar