Dampak Penambangan dan Blasting Pabrik Semen PT. Cemindo Menimbulkan Getaran dan Debu.

Banten, Lebak801 Dilihat

Utamapos.com, Lebak – Aktivitas Tambang Semen di Lebak Menteng Desa Pamubulan Kecamatan Bayah ini Dinilai Membahayakan Kelestarian Goa dan ekosistem di Kawasan Karst tersebut.

Dampak aktivitas pertambangan bahan baku PT CEMINDO GEMILANG, seperti peledakan atau “blasting” yang menimbulkan getaran, debu, dan asap mempercepat kerusakan pada Goa-goa dan Ekosistem baik itu tumbuhan maupun satwa yang berada dalam habitat di kawasan tersebut. Seharusnya perusahaan segera melakukan Reboisasi sebagaimana dijelaskan pada Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 29 tahun 1990 tentang Dana Reboisasi. Pada pasal 6 & 11 diatur bahwa Dana reboisasi adalah dana yang dipungut dari pemegang izin usaha pemanfaatan hasil hutan ( HPH/HPHH/IPK) untuk reboisasi dan rehabilitasi Hutan di Kawasan Karst Desa Pamubulan Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten,

Aktivis Lingkungan dan merangkap jg sebagai Ketua LSM KPKB Kumpulan Pemantau Korupsi Banten yakni Dani Ramadhan,S.H angkat suara tentang Aktivitas penambangan bahan baku semen Perusahaan PT. CEMINDO GEMILANG di Lebak ini, dinilai membahayakan Goa-Goa dan Ekosistem serta Sumber Daya Alam hayati dalam habitat kawasan tersebut. Kerusakan sejumlah goa yang berada dalam kawasan Lebak Menteng tersebut ditengarai merupakan dampak dari aktivitas tambang.
Lantas selama ini kemana larinya Dana Reboisasi tersebut? Dan dimana keberadaan Pemerintah atas konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistemnya yang secara jelas tertuang pada pasal 4 UU No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati Dan Ekosistemnya?
Dan kemanakah larinya anggaran CSR yang sebesar 2-4% itu ? Sedangkan sudah jelas tertuang dalam dasar hukum CSR (Corporate Social Responsibility) UU NO. 40 Tahun 2007 bahwa 6 Poin yang harus diperhatikan. Diantaranya pengelolaan limbah, penggunaan energi terbarukan, Rehabilitasi Alam, daur ulang sampah, Budaya kerja ramah karyawan dan pemberdayaan ekonomi pegawai.

Baca Juga:  Tokoh dan warga masyarakat desa girimukti dukung pembangunan infrastruktur yang ada didesa Girimukti.

Pak Adsuki salah seorang warga setempat yang sedang mengambil kayu bakar menjelaskan ” Bahwa banyak Goa-goa yang dihancurkan dan dikubur serta banyak sekali hewan – hewan yang sudah tidak terlihat lagi terutama burung-burung di kawasan ini” Tambahnya lagi ketika salah seorang awak media bertanya kepada pak Adsuki apakah lahan ini punya perusahaan atau punya bapak ? Dia menjawab ” Iya, ini punya saya dan saya tidak akan pernah menjual kepada perusahaan ” Sontak kami merasa terharu dgn prinsip beliau yang bisa mempertahankan lahanya yang sudah dikelilingi ratusan hektar oleh lahan milik PT. Cemindo Gemilang.
Ketika kepulan debu itu mulai tampak di tebing, beberapa detik kemudian suara menggelegar. Lebih keras dari guntur yang bersamaan dengan petir. Jantung berdegup cepat. Dalam jarak tertentu kaca mobil bisa pecah. Bahkan, kaca jendela rumah mungkin retak. Piring yang tersusun baik di dapur bisa pecah. “Ini belum terlalu besar. Ini biasa saja,” kata pak Adsuki
Tambah lagi seorang warga berinidial NS mengaku kepada awak media melalui via handphone, dia berkata “Wadduuuh….. keluargaku pun merasa dirugikan dgn adanya perusahaan ini. Mengapa…⁉️Karena pengambilan bahan baku semen diambil dari wilayah lahan pertanian milik keluarga kami dan sekarang nggak bisa digarap nggak ada air, karena hutannya dirusak, mau dijual harganya muraaaah giliran mau ngelamar kerja sampai sekarang minta ampun sulitnya pokoknya belat.. belit… Jadi ironisnya tuan rumah menjadi tamu. Tapi orang asing malah menjadi berkuasa di negeri ini. Inikah yg disebut keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia… ! ” Ujarnya

Kondisi dii perkampungan sekitar pabrik Semen CEMINDO GEMILANG ini gelegar ledakan dinamit itu hal lumrah. Jadwal bisa setiap jelang pukul 12.00, atau dua kali dalam sehari. Getaran ledakan menyebabkan banyak kerugian warga.

Baca Juga:  Peduli kebersihan dan Kesehatan ibu" Persit Koramil 0316/cilograng Laksanakan Baksos cuci mukena dimesjid AL'MUTAZAM.

Debu dari cerobong pabrik setiap hari menempel di pakaian, di atap bahkan sumur-sumur warga. Warga yang tinggal di sekitar tambang dan pabrik semen PT.CEMINDO GEMILANG di Desa PAMUBULAN dan desa sekitarnya DARMASARI kini sehari-hari hidup dengan debu.Sungguh miris.(Tim/red)

Komentar