Bos Pinjol Legal Membantah Dugaan Kartel, Apa yang Harus Dilakukan Nasabah Galbay?

Fintech851 Dilihat

Isu kartel bunga di dunia pinjaman online (pinjol) kembali mencuat setelah Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menggelar sidang pada 11 September 2025. Kasus ini berawal dari dugaan adanya kesepakatan bersama antarperusahaan pinjol untuk menetapkan bunga pinjaman di angka 0,8% per hari, dengan denda keterlambatan bisa mencapai 1,6% per hari. Jika benar adanya, praktik ini jelas merugikan nasabah karena membuat beban cicilan semakin mencekik.

Namun, bos-bos pinjol legal yang tergabung dalam Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) tegas membantah tuduhan tersebut. Direktur Utama PT Bursa Akselerasi Indonesia (Indopan), Ryan Filvet, menegaskan bahwa tidak pernah ada perjanjian atau tanda tangan bersama terkait penetapan bunga. Menurutnya, masing-masing perusahaan justru bersaing satu sama lain. Pernyataan ini seakan menegaskan bahwa tuduhan kartel hanyalah dugaan yang belum terbukti.

Di sisi lain, realitas di lapangan menunjukkan banyak nasabah yang kesulitan membayar pinjaman. Bahkan, sebagian besar akhirnya terjebak dalam situasi gagal bayar (galbay) karena bunga dan denda yang menumpuk.

Ancaman dan Pola Penagihan Pinjol

Nasabah galbay biasanya akan menerima pesan penagihan bernada intimidatif melalui SMS, WhatsApp, hingga telepon. Isinya tidak jarang menakut-nakuti dengan ancaman akan mendatangi rumah, kantor, atau menyebarkan informasi ke kerabat. Pola ini sebenarnya sudah dikenal luas dan digunakan sebagai cara menekan psikologis agar nasabah segera membayar.

Padahal, kenyataannya hampir semua yang gagal bayar bukan karena ingin lari dari tanggung jawab, melainkan memang sudah tidak sanggup lagi melunasi utang. Kebanyakan dari mereka terjebak dalam gali lubang tutup lubang, meminjam dari aplikasi lain untuk menutupi pinjaman sebelumnya. Akhirnya, jalan buntu pun tak terhindarkan.

Apa yang Harus Dilakukan Nasabah Galbay?

Bagi nasabah yang sudah terlanjur gagal bayar, berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan agar tidak semakin terpuruk:

  1. Kendalikan Mental dan Jangan Panik
    Hal pertama yang harus dilakukan adalah menjaga ketenangan. Ancaman dari oknum debt collector (DC) umumnya bersifat psikologis. Jangan sampai pesan intimidasi tersebut membuat stres berlebihan.

  2. Batasi Kontak dengan Penagih
    Jika merasa tertekan, Anda bisa mengganti nomor telepon, email, hingga akun media sosial. Tujuannya agar hidup lebih tenang dan tidak terus-terusan diteror pesan penagihan.

  3. Hindari Menambah Utang Baru
    Jangan terjebak untuk meminjam lagi hanya demi melunasi pinjaman lama. Itu bukan solusi, melainkan hanya menambah masalah.

  4. Siapkan Diri Jika Didatangi DC Lapangan
    Tidak semua ancaman kedatangan DC benar-benar terjadi. Namun, jika ada yang datang, hadapi dengan tenang. Jika mereka sopan, ajak bicara baik-baik. Jika tidak, Anda berhak menolak dengan tegas tanpa perlu terpancing emosi.

  5. Laporkan Jika Ada Pelanggaran SOP
    Apabila penagihan dilakukan dengan cara yang melanggar aturan — misalnya disertai ancaman fisik, penyebaran data pribadi, atau pelecehan — segera laporkan ke OJK atau pihak berwenang.

  6. Mulai Perbaiki Keuangan
    Gunakan momen gagal bayar ini sebagai titik balik. Setelah utang lama tertinggal, fokuslah pada pengelolaan keuangan yang sehat. Hindari pinjaman konsumtif dan mulai membangun sumber pendapatan lain.

Baca Juga:  Cara Aktifkan Smartpay Dana Terbaru, Panduan Lengkap Plus Pinjam Uang di DANA

Baca juga: Galbay di Pinjaman KOPISUSU Apakah Ada DC Lapangan? Ini Pengalaman Terbaru

Kesimpulan

Sidang KPPU tentang dugaan kartel bunga pinjol menimbulkan pro dan kontra. Bos pinjol legal menegaskan tidak pernah ada kesepakatan penetapan bunga, namun bagi nasabah, fakta di lapangan tetaplah berat: bunga dan denda terasa mencekik. Bagi mereka yang sudah galbay, langkah terbaik adalah menjaga ketenangan, tidak terprovokasi oleh ancaman penagih, serta berhenti menambah utang baru.

Menghadapi DC dengan kepala dingin, melapor jika ada pelanggaran, dan mulai memperbaiki manajemen keuangan adalah cara paling realistis untuk keluar dari jeratan pinjol. Ingat, gagal bayar bukan akhir dari segalanya, melainkan bisa menjadi awal untuk hidup lebih sehat secara finansial.

Komentar