Sekolah SMK Swasta Palabuhanratu diduga mark’up jumlah siswa.

Utamapos.com, Sukabumi – Oknum Kepala Sekolah diduga bermain jumlah murid di data Dapodik guna mendapatkan kucuran Dana BOS yang lebih besar dari pemerintah.

Kejadian tersebut terungkap setelah Ketua Lembaga Komite Anti Korupsi Indonesia (KAKI) mendapatkan temuan data yang mencurigakan,setelah di Investigasi kebenarannya ternyata tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan,salah satu data tersebut adalah data jumlah murid yang dilaporkan pihak SMK PGRI Palabuhanratu ke pihak Dinas.

RD.Alam, Ketua KAKI Jawa Barat mendatangi Sekolah SMK PGRI Palabuhanratu guna mengklarifikasi dan mencocokkan data temuannya dengan data yang ada di sekolah tersebut,namun pihak kepala sekolah SMK PGRI Palabuhanratu tidak ada di tempat.

“Saya datang kesekolah sudah beberapa kali, tetapi seperti begini terus,
kalau janji resmi belum,kalau bisa saya mau ketemu dengan kepala sekolah, kalau tidak ketemu,sama pengurus-pengurus terpenting disekolah ini, saya mau konfirmasi terkait adanya dugaan dugaan penggelembungan jumlah siswa/i disekolah ini,”Ujar RD.”Alam Mangku Wibawa” Ketua DPW KAKI.

Lanjutnya beberpa data siswa orang yang sudah keluar dari sekolah ini,diduga masih terdaftar menjadi murid disini.

Jumlah siswa/i di sini kurang lebihnya ada sebanyak 88 siswa tapi diduga masih ada mark’up siswa/i sampai 335 orang siswa/i.
Sebetulnya saya ingin konfirmasi hal itu, kemarin cuma informasi saja katanya diklarifikasi saja dari pihak YPLP ke sini katanya belum jelas itu ada 265 siswa /i namun 265 orang murid itu juga saya masih belum percaya makanya saya ingin menanyakan langsung tepatnya sama pengurus yang ada di sini .
serta ada data murid yang Tahun kelahirannya tahun 2000 ,2002, 2003 ,itu masih terdaftar di sekolah ini kan itu lucu sekali,”Papar Alam.

” Saya selaku ketua dari lembaga Komite Anti Korupsi Indonesia ( KAKI) DPW Jabar merasa prihatin masih adanya kejadian penggelembungan data Siswa dengan tujuan biar dana Bos dari pemerintah turun lebih besar,Data saya Akurat dan sudah di lapduk kan juga ke Kejari Sukabumi,”Tegas Alam.

” Sampai saat ini saya belum bisa ketemu dengan Pihak Kepala Sekolah atau pihak pejabat Yayasan yang berkompeten serta belum melihat data pembanding yang ada di sekolah ini salah satunya Buku Induk siswa dan Klaper.Pungkas Ketua KAKI

Asep Ela Kepala TU SMK PGRI Palabuhanratu yang berhasil di temui awak media mengatakan,” Bahwa kepala sekolah sedang tidak ada di tempat serta dokumen buku induk ada di dalam ruangan TU yang ruangannya telah di kunci akhirnya tidak bisa menunjukan bukti kepada Pihak KAKI dan awak media.

” Maaf saya baru datang, serta untuk data siswa dan Siswi di sekolah ini ada semua di Buku Induk tapi Buku induknya di kantor TU dan sudah di kunci jadi saya tidak bisa memperlihatkannya kepada rekan-rekan,”Ucap Asep.

“Data jumlah siswa yang saya ketahui untuk Kelas sepuluh ada satu jurusan, kelas sebelas satu jurusan, serta kelas Dua belas di bagi jadi dua jurusan, Untuk jumlah siswa kelas Sepuluh kurang lebih 25 siswa, untuk kelas sebelas kurang lebih 25 siswa dan kelas dua belas nya sekitar kurang lebih 50 siswa karena di bagi dua jurusan jadi total seluruh siswa kurang lebih 100 siswa ,sedangkan jumlah guru ada 20 orang,” pungkas Asep.

Dari penelusuran Awak media melalui Data Dapodik Di sistem yang ada Jumlah Guru ada 19 orang,Jumlah Siswa laki-laki 140 orang,serta jumlah Siswi perempuan 128 orang serta Rombel ( Rombongan belajar) ada 8 , Data Dapodik Tahun 2022/2023 sementara 2.

Sampai berita ini di turunkan kepala sekolah SMK PGRI Palabuhanratu belum bisa di konfirmasi.

(Sumantri)

Komentar