SDN Blokang Di Duga Gelapkan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Pemeliharaan Sekolah

SDN Blokang Di Duga Gelapkan Dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) Pemeliharaan Sekolah

Banten-Adanya pengaduan masyarakat kepada LPI Tipikor yang diterima oleh Ketum DPW dan sekjen DPW propinsi Banten mengenai monitoring program penggunaan dana Bos

Dana bantuan operasional sekolah (Bos) adalah program yg di usung pemerintah untuk membantu sekolah di Indonesia.

Dana tersebut dapat di pergunakan untuk keperluan sekolah seperti pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah hingga untuk membeli alat multi media sebagai penunjang kegiatan belajar mengajar

Namun sungguh sangat di sayangkan SDN Blokang yang berlokasi di kampung Babakan kecamatan Bandung kabupaten Serang, Provinsi Banten.

Benar ternyata secara visual terlihat bangunan nya sudah lapuk dan banyak yang rusak hampir semua ruangan kelas terlihat sangat mengkhawatirkan sekali.

Lantas dana bos 209,700,000, (dua ratus sembilan juta tujuh ratus ribu rupiah) di alokasikan untuk apa?

Beberapa pertanyaan di masyarakat terkait bangunan SDN Blokang yang tampak rusak dan usang di makan lapuk nya usia.

Ada nya pengaduan tersebut A Dani sekjen LPI Tipikor DPW provinsi Banten bersama awak media mendatangi sekolah tersebut dan menemui kepala sekolah SDN Blokang ketika awak media dan sekjen LPI Tipikor mencoba mencari tau yg tampak menghawatirkan tersebut,

Saat di konfirmasi Ati Sahati Kepala Sekolah SDN Blokang, mengatakan,”untuk pemeliharaan tahun anggaran 2023 belum di alokasikan, dan papan pengunaan dana Bos juga tidak di pasang dari tahun 2022 sampai sekarang padahal itu sudah di wajibkan untuk di pasang saya tegaskan ,”tuturnya.

“A Dani sekjen DPW Provinsi Banten merasa geram melihat seluruh ruang belajar, yang di khawatirkan ketika proses belajar mengajar terjadi hal yang tidak di inginkan di karenakan kusen dan asbes sebagian udah pada ambruk,”tandasnya

“kemauan saya karna pendidikan ini milik kita bersama ayo kita bangun sama sama jadi jangan sampai pendidikan ini di jadikan ajang bisnis”pungkas A Dani dengan geram.

(Sumantri)