RSUD Arifin Achmad Pekanbaru “Tolak” Layani Pasien BPJS, Enam Bulan Menunggu, “Dipaksa” Rujuk ke M Djamil Padang

PEKANBARU — Rumah sakit umum Arifin Achmad (RSUD AA) “menolak” pasien ortopedi jalur BPJS dengan alasan ketiadaan alat yang diperlukan untuk pengobatan. Setelah menunggu enam bulan, keluarga pasien “dipaksa” untuk bersedia menerima rujukan ke RSM Djamil Padang. Diduga alasannya, alat yang diperlukan harganya mahal.

Kepada awak media, keluarga pasien Nurazizah (20) mengatakan kalau saat mereka berobat ke RSUD AA, mereka sudah mengatakan bersedia menunggu alat yang dibutuhkan sampai tersedia.

“Kami sudah sudah mengatakan bersedia menunggu alat sampai alat tersedia, tapi dokternya memaksakan dirujuk sampai kami bersedia, karna alasan dokternya saya membuat keributan di rumah sakit, padahal saya tidak ada membuat keributan, mungkin karna saya mengadu permasalahannya ke pengaduan masyarakat, sampai 3 kali, bahkan pada tanggal 24 Mei 2023, saya ke pengadaan alat untuk menanyakan apakah alat untuk operasi adek kami sudah tersedia, tapi pak Ilham sudah tidak mau dikonfirmasi masalah ini karena katanya dokter Ikhsan sudah merencanakan adek saya bakalan di rujuk ke rumah sakit lain,” ungkap Iqbal, kakak pasien Nurazizah.

Iqbal dengan penuh kesedihan menceritakan kalau sebenarnya mereka sudah menunggu begitu lama dan kemudian justru “ditolak” begitu.

Menurut Iqbal pula, dari apa yang mereka dapatkan informasi di RSUD AA, alat itu cukup mahal harganya, sehingga terjadi hal apa yang dialami adiknya.

“Memang kata-katanya Tidak menolak pasien kak, tapi alatnya tidak bisa diadakan karena mahal ucapan dari poli, pengadaan, dan pengaduan masyarakat,” tutur Iqbal lagi.

Sementara itu Direktur Utama RSUD AA drg Wan Fajriatul Mamnunah Sp KG, menjawab kondisi itu menjelaskan kalau pihaknya tidak ada menolak pasien.

Dijelaskan Dirut yang anak mantan Wakil Gubernur Riau ini, kondisi pasien Nurazizah yang ditangani dr M ikhsan Sp OT itu memerlukan alat khusus. Dan RSUD AA ada keterbatasan alat.

“Tanggal 14 Desember 2022 pasien berobat ke poli orthopedi dan direncanakan untuk operasi.
Operasi dijadwalkan tanggal 21 Februari 2023. Pada saat itu alat untuk revisi panggul kosong, pasien dan keluarga sudah diedukasi. Dan menyatakan bersedia untuk menunggu dengan berobat atau kontrol rutin setiap 2 minggu untuk penambahan obat. Tanggal 17 Mei 2023 pasien berobat kembali ke poli orthopedi dan alat belum ada, sudah dikonfirmasi kebagian Farmasi (Ilham). Hari Rabu, Tanggal 31 Mei 2023 pasien berobat kembali ke Poli orthopedi, karena alat belum ada dr M Ikhsan menyarankan untuk dirujuk,” ungkap Dirut RSUD AA drg Wan Azizah.

Ditambahkan Dirut RSUD AA, “Keluarga menyampaikan bersedia untuk dirujuk, dan sudah dibuat surat rujukan ke RSUP M Djamil Padang,” ungkapnya.

Menanggapi keluhan keluarga pasien drg Wan Fajratul menyebut kalau mereka tidak ada menolak pasien.

“RSUD AA tidak pernah menolak pasien BPJS, yang tidak punya jaminan kesehatan karena kondisi ekonomi kami layani dgn baik,” ujarnya melalui saluran whats app.***