“Polresta Deli Serdang tangkap, Ayah Tiri yang Aniaya Batita (Bayi di bawah tiga tahun) Hingga Tewas”

"Polresta Deli Serdang tangkap, Ayah Tiri yang Aniaya Batita (Bayi di bawah tiga tahun) Hingga Tewas"

 

Utamapos.com Sumut/Deli Serdang- Ayah tiri berinisial SDSZ (22) warga Jalan Galang Lingkungan IV Kelurahan Cemara Kecamatan Lubukpakam Kabupaten Deliserdang, diduga menganiaya anak tirinya yang masih Batita ( Bayi Berusia dibawah tiga tahun) hingga tewas, Rabu (3/1) pukul 19.00 WIB, di rumahnya.

Setelah menjalani otopsi di RSU Bhayangakara Medan, jenazah korban penganiayaan berinisial RP berusia 2 tahun 10 bulan, diserahkan ke pihak keluarga dan dimakamkan, Kamis (4/1) sore, di salah satu tempat pemakaman umum (TPU) di Lubukpakam.

Informasi diperoleh, sebelumnya ibu kandung korban, Jelita Siallagan (21) warga Pematangsiantar, yang sudah memiliki seorang anak laki-laki, menikah dengan SDSZ sekira 4 bulan yang lalu yaitu September 2023.

Setelah menikah SDSZ yang disebut-sebut tidak memiliki pekerjaan, Jelita Siallagan berperan mencari nafkah keluarga dengan bekerja di salah satu rumah makan di Lubukpakam, mulai sore hingga tengah malam.

Selanjutnya pengasuhan korban selama Jelita bekerja, berada di tangan SDSZ dan tinggal di rumah orangtuanya.

Di saat bekerja, Jelita disuruh pulang oleh pemilik rumah makan karena adanya telepon dari suaminya bahwa anaknya sedang sakit.

Namun saat pulang ke rumah, Jelita menjerit histeris menemukan anaknya sudah tidak bernyawa lagi.

Jeritan ibu korban membuat para tetangga mendatangi rumahnya dan melihat ada yang tidak wajar dengan bayi tersebut, karena wajah dan bagian dadanya mengalami luka memar. Warga yang curiga selanjutnya menghubungi pihak kepolisian. Selanjutnya, SDSZ diamankan di Sat Reskrim Polresta Deliserdang

Berdasarkan pengaduan ibu kandung korban.

Kapolresta Deliserdang Kombes Pol Raphael Sandhy Cahya Priambodo SIK, ketika dikonfirmasi Utamapos.com melalui Kasat Reskrim, Kompol Wirhan Arif SIK MH, Kamis (4/1) sore, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan,SDSZ sudah ditetapkan sebagai tersangka pelaku kekerasan fisik terhadap anak yang mengakibatkan meninggal dunia.

Kompol Wirhan Arif menjelaskan, dari hasil keterangan SDSZ menyebutkan, tindak penganiayaan itu berawal ketika ibu kandung korban tidak menepati janji mereka sebelum menikah.

Sebelum menikah, SDSZ dan Jelita Siallagan sepakat, pengasuhan korban belum diserahkan kepada pasangan yang baru menikah itu, karena SDSZ mengaku kepada keluarganya bahwa Jelita belum memiliki anak.

Ternyata setelah adanya pemberkatan pernikahan, pengasuhan korban langsung diserahkan pihak keluarga Jelita (mertua SDSZ) kepada pengantin baru itu, sehingga pihak keluarga SDSZ merasa sudah dibohongi Jelita.

sekalipun awalnya SDSZ sendiri sudah mengetahui bahwa Jelita sudah memiliki anak laki-laki dari hasil perkawinannya dengan pria lain.

Selanjutnya, kehadiran RP di tengah keluarga itu kurang diterima, dan saat SDSZ melakukan pengasuhan terhadap korban, dia kerap menganiaya korban.

“Sebelum dia tewas dianiaya, Saya mengaku bahwa korban saat itu sedang sakit, sementara ibu kandung korban pergi bekerja sebagai pelayan rumah makan.

Dengan kondisi sakit, Saya berusaha memberi korban makan malam, namun korban tidak mau makan dan hanya menangis. Situasi itu membuat Saya kesal dan marah memicu saya melakukan penganiayaan terhadap korban dengan pukulan tangannya (tinju) ke arah dada sebanyak 2 kali ke bagian wajah hingga beberapa kali, mengakibatkan korban tidak sadarkan diri.Melihat wajah anak itu kaku dan pucat, dia pun menghubungi isterinya melalui handphone pemilik rumah makan” .ujarnya SDSZ

Kasat Reskrim mengatakan, SDSZ kini masih menjalani pemeriksaan yang dijerat melanggar pasal 340 subsider pasal 338 KUHPidana dan atau pasal 80 ayat 4 junto pasal 76 C dari UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dan atau pasal 82 ayat 2 UU RI Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Perpu Nomor 01 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Lingkup Rumah Tangga, dengan ancaman hukuman penjara seumur hidup.

Korwil Sumut christianus Surbakti