Oknum Wartawan Sepiring Mie Goreng, Karena Pengen Ditraktir Terus Terakhir Tidak Dibayarin, Merajuk Bertahun Kini Balas Dengan Berita Ngawur

Berita utama717 Dilihat

Oknum Wartawan Sepiring Mie Goreng, Karena Pengen Ditraktir Terus Terakhir Tidak Dibayarin, Merajuk Bertahun Kini Balas Dengan Berita Ngawur

Pekanbaru, Utama Pos. Com- Ada – ada saja ulah oknum wartawan satu ini, dahulu pernah merasa sakit hati dengan orang lain karena terakhir pernah makanannya tidak dibayarin disebabkan memang pada saat itu uang sedang tidak cukup. Lalu ia merajuk dalam waktu yang lama dan kini ia malah menyerang orang yang sering mentraktir dan memberinya rokok dengan menyerang lewat pemberitaan yang ngawur dan dilebih – lebihkan.

Perihal ini menjadi perbincangan hangat, seru namun juga menggelikan oleh beberapa orang wartawan di salah satu tempat minum kopi dibilangan Jl. Aripin Ahmad Kota Pekanbaru. Sabtu, (2/3).

Sebelumnya, awak media ini belakangan memberitakan tentang adanya dugaan praktek jual beli Lembar Kerja Siswa (LKS) yang dilakukan oleh pihak sekolah dengan salah satu Distrbutor LKS di wilayah Kab. Kampar Riau. Entah karena pesanan sekaligus pernah sakit hati juga karena sepiring mie goreng, oknum wartawan berinisial EM ini melakukan semacam meng- counter berita lewat berita dari apa yang awak media ini kabarkan. Dengan mengatakan awak media ini mencak – mencak kepada kepala sekolah dan hal buruk lainnya.

Miris memang, disaat orang lain memperjuangkan bagaimana pendidikan anak – anak bangsa, bisa bersekolah dengan layak tanpa adanya praktik cari untung dari para oknum pihak sekolahnya. Tetapi malah diserang oleh oknum sakit hati yang tidak jelas dengan pemberitaannya yang ngawur.

Perbincangan menjadi hangat karena diselingi dengan tawa dan juga saling memberikan nasehat bagaimana etika berteman dan mencari teman yang baik didalam hidup ini, yang saling mendukung, saling membantu dan tidak mau enaknya sendiri.

Salah seorang wartawan senior yang tidak disebutkan namanya mengatakan kalau ia kenal dengan watak EM ini.

“Dia tu cuma sarok – sarok kuaci, emang seenak perutnya saja tu. Dimana kumpul, makan dan minumnya pengennya orang lain yang selalu bayarin, rokok aja suka nyambar rokok kawan,” ucapnya diikuti oleh derai tawa yang lainnya.

Komentar