Minimalisir Potensi Pelanggaran Pemilu 2024, Bawaslu Kabupaten Solok Gelar Rakor Pelatihan Saksi

Titony Tanjung, S.Pd buka rakor pelatihan saksi

Premiere Hotel Solok, Utamapos.com

Sebagai langkah preventif meminimalisir Potensi pelanggaran Pemilu 2024, Bawaslu kabupaten Solok gelar rakor pelatihan saksi peserta Pemilu 2024 di Premiere hotel Solok rabu 07/02/2024.

Kegiatan yang dikemas fullday ini dihadiri segenap pimpinan Bawaslu Kabupaten Solok Titony Tanjung, S.Pd, Ir. Gadis. M dan staf, saksi perwakilan peserta pemilu 2024, ketua Panwascam serta beberapa awak media online dan elektronik.

Dalam sambutan pembukaannya, Titony Tanjung, S.Pd menyampaikan bahwa keberadaan saksi merupakan hal yang sangat penting dalam pelaksanaan putung ( pungut hitung ) nanti, tidak semua yang hadir maenyaksikan berhak bersuara, saksi yang mempunyai mandat berhak mengajukan keberatan.

” Pernah ada  kejadian Seorang caleg marah marah dan masuk ke TPS sampai melakukan tindakan  anarkis dan kegaduhan, hal ini akan menimbulkan  hilangnya peran saksi yg sudah diamanati dengan mandat. Saksi yang berhak menyampaikan keberatan indikasi kecurangan adalah saksi yang membawa mandat dan sudah terdaftar, sedangkan utusan dan anggota parpol tidak berhak menyampaikan secara langsung dan harus melalui saksi. Jika saksi ada keberatan tuangkan dalam form keberatan ” , Ucap Titony Tanjung, S.Pd.

 

 

 Dr. Zona Rida Rahayu, M.Pd, perhatikan ini untuk para saksi

Dr. Zona Rida Rahayu, M.Pd sampaikan, beberapa hal hal mendasar yang perlu diperhatikan oleh saksi diluar dari ketentuan yang sudah diatur oleh undang undang. kerapian, kebersihan  dan sopan santun selama berada di TPS tidak berisik dan menghindari potensi masalah merupakan kewajiban demi tercipta Pemilu aman. Amanah dan tidak mencirikan salah satu paslon dan pilihan  tetap harus dijaga selama pungut hitung berlangsung.

Hamdan sampaikan tiga jenis pemilih

Hamdan ketua Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Provinsi Sumatera barat menyampaikan kepada seluruh saksi perwakilan parpol dan paslon yang hadir, ada tiga kategori pemilih yang wajib diketahui oleh para saksi di TPS . DPT, DPTb dan DPK .

” Kita berharap penuh para parpol dan utusan Paslon serta Pengurus calon DPD untuk bisa benar benar menempatkan saksi di TPS yang memahami tentang regulasi serta aturan, jangan hanya saksi dipilih datang ke TPS , duduk manis, pulang bawa honor saksi, tetapi lebih bijak dan teliti dalam setiap tahapan, kapan perlu saksi dibimtek lagi dikecamatan. Potensi pelanggaran pemilu bisa saja terjadi jika hal ini tidak diwanti wanti dari sekarang “, imbuh Hamdan. ( Abud21)