Gila” Pungli Di Uji Simulator Sim RSDC Merajalela, Kapolda Riau Bungkam Saat Dikonfirmasi

Pekanbaru || Utamapos – Peserta uji simulator SIM RSDC Pekanbaru mengeluhkan adanya perbuatan Pungutan Liar yang dilakukan oleh oknum anggota Simulator SIM RSDC yang beralamat di Komplek RSDC Jalan pesisir Kelurahan Meranti Pandak Kecamatan Rumbai Pesisir Pekanbaru riau

Pada hari Jumat (02/02) Kepada awak media peserta uji simulator SIM RSDC Pekanbaru berinisial s mengatakan

peserta berinisial s mengisi formulir pendaftaran uji keterampilan, Kemudian s menyerahkan ke bagian pendaftaran, s di minta oleh petugas ke bagian administrasi untuk membayar uang pendaftaran sebesar Rp. 50.000. Kemudian s di arahkan untuk mengikuti pelatihan di sekolah mengemudi RSDC, saat itu s menanyakan apakah pakai tes? Kemudian s di datangi oleh oknum anggota dan menawarkan untuk mengikuti pelatihan dengan bahasa “atensi”. Peserta di iming-iming mendapatkan sertifikat mengemudi tanpa mengikuti prosedur dan cepat selesai.”

“Peserta ke sekolah mengemudi RSDC di kawal langsung oleh oknum anggota simulator SIM. Setelah itu peserta kembali ke ruang simulator SIM RSDC, dan oknum anggota simulator SIM RSDC tersebut meminta uang kepada peserta sejumlah Rp 400.000,- dengan alasan “untuk bagi-bagi kawan yang bantu ngurus tadi”. Tambahnya.

Berdasarkan penelusuran awak media dilapangan, bahwa sudah tidak menjadi rahasia umum lagi perbuatan dugaan pungutan liar (PUNGLI) yang di lakukan oleh oknum anggota simulator SIM RSDC terhadap peserta uji SIM. Setiap peserta akan dikenakan uang “bantu” sebesar Rp 250.000,- dan bagi peserta yang tidak membayar uang bantu tersebut, maka  peserta akan mengulang seminggu kedepan.

Dalam hal ini jelas sudah melanggar peraturan yang berlaku, praktek pungli
tersebut telah merusak sendi kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Sehingga perlu adanya upaya pemberantasan secara tegas, terpadu, efektif, efisien dan mampu menimbulkan efek jera bagi oknum.

Ditempat terpisah Kapolda Riau ketika dikonfirmasi awak media (03/02) tidak menjawab panggilan awak media (red)