5 Kesalahan Umum Saat Ajukan KPR dan Cara Menghindarinya 

Mengajukan KPR seperti KPR CIMB Niaga bisa menjadi langkah penting untuk mewujudkan impian memiliki rumah sendiri. Namun, banyak dari kita yang belum memahami sejumlah hal krusial sehingga proses pengajuan KPR tidak berjalan mulus. Padahal, kesalahan umum yang sering terjadi ini seringkali berujung pada penolakan dalam pengajuan KPR. 

Oleh karena itu, memahami proses dan trik pengajuan KPR sangat penting. Sebab, dengan mengetahui informasi ini, Anda dapat lebih percaya diri dan terhindar dari jebakan saat mengurus administrasi KPR, khususnya KPR CIMB Niaga yang menawarkan banyak kemudahan dan promo menarik. 

Ingin mengetahui lebih dalam tentang apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat pengajuan KPR dan cara menghindarinya? Silakan simak pembahasan berikut ini sampai selesai. 

Kesalahan Umum Saat Ajukan KPR CIMB Niaga dan Cara Menghindarinya

Sebelum memulai proses pengajuan, penting mengetahui kesalahan yang sering terjadi agar siap menghadapinya. Berikut ini pembahasan detail kesalahan sekaligus solusinya.

1. Tidak Mengecek Riwayat Kredit dan Masih Memiliki Tunggakan

Banyak calon debitur yang mengabaikan aspek ini. Riwayat kredit yang buruk atau masih ada tunggakan di bank lain biasanya langsung berpengaruh pada penolakan KPR. Bank, termasuk CIMB Niaga, akan memeriksa riwayat kredit sebagai salah satu bahan penilaian kelayakan kredit.

Cara menghindarinya adalah dengan memeriksa terlebih dahulu riwayat kredit Anda lewat Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK). Pastikan tidak ada tunggakan kecil yang terlewat dan lunasi segera. Membersihkan catatan ini akan meningkatkan peluang pengajuan KPR Anda disetujui. 

2. Memaksakan Cicilan di Atas 35% Penghasilan

Banyak yang terlalu terburu-buru menentukan jumlah pinjaman sehingga cicilan mencapai porsi besar dari penghasilan bulanan. Padahal, aturan umum kredit mengharuskan cicilan tidak lebih dari 30-35% demi menjaga keseimbangan keuangan. Jika cicilan terlalu besar, bank biasanya akan menolak pengajuan.

Baca Juga:  Ketua DPRD Rokan Hilir : "Hadiri Acara Launching Tahapan Pilkada 2024"

Untuk menghindarinya, gunakan simulasi KPR yang tersedia di situs resmi bank untuk tahu berapa kisaran cicilan ideal. Setelah itu, sesuaikan rumah dan tenor kredit dengan kemampuan membayar agar tetap nyaman, tanpa membebani keuangan bulanan.

3. Hanya Fokus pada Cicilan Tanpa Memperhitungkan Biaya Lain

Saat menghitung biaya rumah, banyak orang sering melupakan biaya lain-lain seperti biaya notaris, provisi, asuransi, dan pajak. Padahal, biaya-biaya ini bisa cukup signifikan dan harus disiapkan di luar cicilan.

Jadi, pastikan Anda mencari informasi lengkap biaya tambahan sebelum mengajukan KPR CIMB Niaga. Tanyakan langsung kepada petugas bank agar Anda dapat menyiapkan dana secara matang dan tidak kaget saat tahap administrasi.

4. Tidak Menyiapkan Uang Muka (DP) dan Dana Darurat

DP merupakan syarat utama pengajuan KPR dan biasanya berkisar 10-20%. Banyak yang belum cukup menyiapkan DP sehingga harus meminjam uang tambahan yang justru memperbesar beban keuangan. Selain itu, tidak memiliki dana darurat akan membuat kondisi keuangan tidak stabil jika terjadi hal tak terduga selama masa cicilan.

Oleh karena itu, rencanakan keuangan 6-12 bulan sebelum pengajuan. Sisihkan tabungan khusus untuk DP dan dana darurat agar aman jika terjadi perubahan kondisi finansial di masa depan.

5. Mengajukan KPR ke Satu Bank Tanpa Membandingkan Produk

Sebagian orang hanya mengajukan ke satu bank tanpa membandingkan produk KPR dari bank lain, termasuk perbandingan bunga, tenor, denda, dan promo. Hal ini bisa membuat Anda melewatkan penawaran yang lebih menguntungkan atau sesuai kebutuhan.

Oleh sebab itu, bandingkan setidaknya 3 produk KPR dari berbagai bank. Untuk melakukannya, Anda bisa menggunakan website perbandingan KPR atau konsultasi dengan pihak bank agar tahu skema terbaik yang cocok untuk Anda.

Baca Juga:  GRIB JAYA PAC Tanjung Morawa hadiri Upacara Peringatan Hari Ulang Tahun Ke-79

Mengajukan KPR tentunya membutuhkan persiapan matang. Tujuannya tentu suopaya Anda terhindar dari kesalahan umum yang bisa menyebabkan penolakan atau beban keuangan berlebih. Penting untuk memahami riwayat kredit, mengatur cicilan sesuai kemampuan, memperhitungkan semua biaya, menyiapkan DP dan dana darurat, serta melakukan perbandingan produk sebelum memutuskan.

Jika Anda sedang mencari informasi lengkap tentang rumah, apartemen, atau kontrakan, jangan lewatkan untuk mengunjungi situs Rumah123. Di sana, Anda bisa menemukan banyak pilihan properti serta tips menarik seputar KPR dan hunian yang tepat untuk Anda dan keluarga.

Komentar