Utamapos.com || Semarang – Kapolrestabes Semarang Kombes Irwan Anwar di duga menutup-nutupi peristiwa penembakan yang dilakukan oleh anggotanya terhadap siswa SMKN 4 Semarang Gamma Rizkynata Oktafandy (GRO).
Keterangan yang disampaikan oleh Kombes Irwan Anwar pun berbeda dengan keterangan yang disampaikan oleh Propam Polda Jateng.
Praktisi Hukum Saor Siagian mengatakan Kombes Irwan Anwar hanya melindungi anggotanya.
“Menurut saya kepolisian sangat arogan karena diduga menutup-nutupi penembakan yang dilakukan oleh anggotanya yaitu Aipda Robig”, ujar Saor Siagian.
“Kalau kita ikuti dengan jelas apa yang dijelaskan oleh Kapolrestabes Semarang berbeda dengan apa yang disampaikan oleh Propam”, ungkapnya.
“Seorang Kapolrestabes seharusnya berempati terhadap keluarga korban, bukan meminta mengikhlaskan atau menutup-nutupi kasus tersebut”, pungkasnya.
Lebih lanjut Saor Siagian menyebutkan Kombes Irwan Anwar tidak layak menjadi pemimpin. Bahkan dia melibatkan wartawan supaya ketika sudah meninggal diikhlaskan ternyata mau menutupi yang seharusnya dilindungi dan dilayani.
“Ini menurut saya adalah arogan yang sangat luar biasa”, tegasnya.
“Dia bahkan melibatkan wartawan supaya kasus penembakan ini tertutupi. Ini yang sangat miris”, katanya.
Menurut Saor Siagian, Kombes Irwan Anwar tidak layak menjadi Kapolrestabes Semarang karena di duga menutupi-nutupi kasus penembakan yang terjadi dan melindungi anggotanya.
Dalam rapat dengar pendapat bersama Komisi III DPR RI di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Kombes Irwan Anwar menyampaikan siap dihukum terkait kasus penembakan yang dilakukan oleh Aipda Robig.
“Sepenuhnya saya bertanggung jawab, saya siap dievaluasi, apa pun bahasanya saya siap menerima konsekuensi dari peristiwa ini”, katanya Kombes Irwan Anwar.
(Yulius)


Komentar